Pada hari senin (25/1) Presiden memberi pengarahan kepada 158 perwira tinggi TNI di Mabes TNI Jakarta dengan maksud agar TNI bersiap siaga pada taggal 28 nanti yang akan ada aksi besar-besaran dari sejumlah elemen masyarakat. SBY hawatir kekuasaannya lengser di tengah jalan dengan tidak terhormat. Seperti yang kita ketahui bahwa Presiden kita yang menjabat 2 periode ini sangat senang mengeluh dan mencuri perhatian rakyat, sangat tidak gentel untuk menghadapi dengan tegas dan tanpa berkeluh kesah.
SBY meminta kepada seluruh pimpinan TNI untuk mengamankan pemerintahan hingga lima tahun mendatang. Ini adalah pernyataan yang seharusnya dilontarkan oleh rakyat untuk para penguasa seperti presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan agar supaya dari pihak keamanan dan penegak hukum mampu mengadili siapa saja yang memang bersalah.
Kemudian disinggung pula dalam pertemuan itu mengenai kasus century yang masih belum ada kejelasan ada apa dibalik semua ini. SBY mengatakan bahwa bail out 6,7 triliun adalah kebijakan untuk menyelamatkan Bank Century, sedangkan banyak para mantan petinggi negara dan pengusaha mengatakan bahwa krisis yang dialami oleh Bank Century tidak akan berdampak sistemik, hanay sebagaian kecil yang berkoar-koar bahwa itu akan berdampak sistemik dan harus diselamatk. Kemudian terkait status Penyertaan Modal Sementara (PMS) dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) kepada Bank Century, KPK menegaskan bahwa LPS adalah uang negara sesuai dengan UU nomor 31 tahun 1999. walaupun masih dalam proses pemeriksaan, makin teranglah bahwa dari keterangan-keterangan yang terkumpul sejak awal seakan menuju ke satu titik.
Dari sekian banyak kasus yang terjadi di Indonesia selama masa kepemimpinan SBY, lagi-lagi SBY hanya mengeluh dan pandai beretorika. Rakyat selalu dibingungkan dengan informasi-informasi di media, seakan itu adalah tontonan sandiwara. Hingga seakarang ada kabar bahwa SBY tidak akan ada di Istana Negara karena ada agenda ke luar kota pada saat akan adanya aksi 100 hari SBY jilid II. Justru rakyat akan sangat gerah ketika mempunyai pemimpin yang tidak mempunyai mental dan jiwa sebagai negarawan yang tegas, adil, dan jujur.
SBY meminta kepada seluruh pimpinan TNI untuk mengamankan pemerintahan hingga lima tahun mendatang. Ini adalah pernyataan yang seharusnya dilontarkan oleh rakyat untuk para penguasa seperti presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan agar supaya dari pihak keamanan dan penegak hukum mampu mengadili siapa saja yang memang bersalah.
Kemudian disinggung pula dalam pertemuan itu mengenai kasus century yang masih belum ada kejelasan ada apa dibalik semua ini. SBY mengatakan bahwa bail out 6,7 triliun adalah kebijakan untuk menyelamatkan Bank Century, sedangkan banyak para mantan petinggi negara dan pengusaha mengatakan bahwa krisis yang dialami oleh Bank Century tidak akan berdampak sistemik, hanay sebagaian kecil yang berkoar-koar bahwa itu akan berdampak sistemik dan harus diselamatk. Kemudian terkait status Penyertaan Modal Sementara (PMS) dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) kepada Bank Century, KPK menegaskan bahwa LPS adalah uang negara sesuai dengan UU nomor 31 tahun 1999. walaupun masih dalam proses pemeriksaan, makin teranglah bahwa dari keterangan-keterangan yang terkumpul sejak awal seakan menuju ke satu titik.
Dari sekian banyak kasus yang terjadi di Indonesia selama masa kepemimpinan SBY, lagi-lagi SBY hanya mengeluh dan pandai beretorika. Rakyat selalu dibingungkan dengan informasi-informasi di media, seakan itu adalah tontonan sandiwara. Hingga seakarang ada kabar bahwa SBY tidak akan ada di Istana Negara karena ada agenda ke luar kota pada saat akan adanya aksi 100 hari SBY jilid II. Justru rakyat akan sangat gerah ketika mempunyai pemimpin yang tidak mempunyai mental dan jiwa sebagai negarawan yang tegas, adil, dan jujur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar